TEKS EDITORIAL BAHASA INDONESIA

 Perencanaan Peralihan Kompor Gas ke Kompor Listrik


Menteri Energi dan sumber daya mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) membeberkan uji coba program peralihan kompor LPG 3 kilogram ke kompor listrik yang saat ini dilakukan untuk seluruh golongan. Rencana peralihan kompor gas ke kompor listrik mulai dinaikkan.

Kelebihan kompor listrik, memiliki bentuk yang simple, modern, tidak memakan terlalu banyak ruang, serta lebih aman sebab tidak menggunakan gas sehingga tidak ada risiko kebocoran gas. Kemudian, kekurangan kompor listrik terletak pada biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan kompor gas.

Sedangkan kelebihan kompor gas adalah mudah digunakan dan tanpa banyak tambahan biaya. Kekurangan kompor gas sendiri terletak pada risiko dari kebocoran gas atau ledakan yang bisa saja terjadi ketika ada kebocoran atau kesalahan dalam pemasangan gas.

Sebelumnya PT PLN (Persero) memastikan bahwa penggunaan kompor listrik untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak akan membuat tagihan listrik menjadi bengkak.

Maka sebaiknya, pemerintah mengadakan sosialisasi mengenai keefektifan kompor listrik agar seluruh masyarakat paham akan keefektifan penggunaan kompor listrik.

Direktur utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya saat ini tengah mengolah program pengalihan penggunaan LPG 3 kilogram ke kompor listrik. Paling tidak PT PLN tengah mendorong program peralihan pengguna LPG 3 kilogram ke kompor listrik hingga 15,3 juta pelanggan. 

Sehingga menurut Darmawan, masyarakat yang ingin menggunakan kompor listrik tidak perlu khawatir. Mengingat  para KPM yang menggunakan kompor listrik akan tetap berada di daya 450 VA dan 900 VA sesuai dengan data penerima subsidi selama ini. “Tidak akan ada perubahan golongan atau dinaikkan dayanya karena program ini” kata Darmawan. 

Seperti diketahui, penggunaan kompor listrik dapat menekan impor LPG dan menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Intinya, pemerintah harus mengadakan sosialisasi mengenai keefektifan kompor listrik agar seluruh masyarakat paham akan keefektifan kompor listrik. Sehingga program peralihan kompor gas ke kompor listrik akan berjalan dengan lancar. 

Pemerintah juga harus berdiskusi dengan pihak PT PLN (Persero) untuk menangani masalah kelebihan pasokan (over suply) penggunaan energi listrik.


NAMA: Fathia Syaira Faradilla

KELAS: XII IPA 4



Komentar

  1. nice ya, baik kompor gas dan kompor listrik ada manfaatnya masing masing

    BalasHapus
  2. Bagus, jadi kita bisa mengetahui bahwa kompor listrik itu aman untuk digunakan bagi kita.

    BalasHapus
  3. Suatu saat nanti, kemajuan teknologi tidak dapat dihindari lagi. Pemerintah perlu mempersiapkan dan menyambut kemajuan teknologi yang pesat ini

    BalasHapus

Posting Komentar